Latest Entries »

  1. A. PENGERTIAN KEBERHASILAN, BELAJAR DAN KEBERHASILAN BELAJAR
    1. 1. Keberhasilan

Keberhasilan secara etimologi  yaitu berasal kata dari hasil yang artinya sesuatu yang diadakan (dibuat, dijadikan, dsb) oleh usaha. Keberhasilan dalam kamus besar Bahasa Indonesia adalah perihal (keadaan) berhasil.[1]

Keberhasilan juga berarti memperoleh penghargaan, kepemimpinan. Keberhasilan bisa dikatakan bahwa akan dilihat lebih tinggi oleh orang lain dalam usaha dan kehidupan sosial seseorang. Keberhasilan juga berarti kebebasan, kebebasan dari rasa takut, rasa cemas, rasa frustasi dan kegagalan. Keberhasilan itu bisa diartikan sebagai penghargaan diri.

Keberhasilan itu adalah sebuah kemenangan, namun untuk bisa meraih yang namanya keberhasilan, maka anda harus mempunyai keyakinan untuk itu. Keberhasilan membutuhkan keyakinan. Ketika anda merasa yakin, maka anda secara otomatis akan memperoleh atau menghasilkan sebuah kekuatan, ketrampilan dan juga menghasilkan suatu energi yang diperlukan untuk sebuah keberhasilan. Ketika anda percaya dapat melakukannya, maka kembangkanlah bagaimana anda melakukannya.

  1. 2. Belajar

Belajar secara etimologi adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. Belajar berasal dari kata ajar yang artinya petunjuk yang di berikan kepada orang supaya diketahui atau diturut.[2]

Untuk memperoleh pengertian yang objektif tentang belajar terutama belajar di sekolah, perlu di rumuskan secara jelas pengertian belajar. Pengertian belajar sudah banyak dikemukakan oleh para ahli psikologi termasuk ahli psikologi pendidikan.

Chaplin (1972) dalam Dictionary of Psychology membatasi belajar dengan dua macam rumusan. Rumusan pertamu berbunyi : “….acquisition of any relatively permanent change in behavior as a result of practice and experience” ( Belajar adalah perolehan perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai akibat latihan dan pengalaman ). Rumusan keduanya adalah process of acquiring responses as a result of special practice (Belajar ialah proses memperoleh respons-respons sebagai akibat adanya latihan khusus). View full article »

penjelasan sejarah (historical explanation)

  1. PENJELASAN SEJARAH
  2. HAKIKAT SEJARAH

Sejarah adalah ilmu yang mandiri. Mandiri, artinya mempunyai filsafat ilmu sendiri, permasalahan sendiri, dan penjelasan sendiri. Sejarah berarti menafsirkan , memahami,dan mengerti. Kita mualia dengan menunjukan ke khasan sejarah sebagai ilmu. Will Helm Diel They 1833-1911 membagi ilmu menjadi dua, yaitu ilmu tentang dunia luar dan ilmu tentang dunia dalam. Ilmu tentang dunia luar adalah ilmu yang mempelajari tentang alam, sedangkan ilmu tentang dunia dalam adalah ilm-ilmu  kemanusiaan humanities, human studies, cultural sciences dalam ilmu-ilmu kemanusiaan dimasukannya sejarah, ekonomi, sosiologi, anntropologi social, psikologi, perbandingan agama, hokum politik, filologi dan kritik sastra.

Dapat kita simpulkan berarti ilmu sejarah menurut  Will Helm Diel They 1833-1911 termasuk ilmu tentang dunia dalam. Dari kekhasan ilmu sejarah itu jelaslah bahwa harus ada pendekatan khusus untuk menerangkan gejala sejarah ( peristiwa, tokoh, perbuatan, pikira, dan perkataan). Pendekatan yang digunakan untuk mempelajari sejarah dengan menggunakan pendekatan melalui ilmu-ilmu alam (ilmu tentang dunia luar) tidak sesuai dengan hakikat ilmu-ilmu kemanusiaan. Abrasi pantai, tanah longsor,banjir bandang, dan peristiwa alam yang lain memang dapat dianalisis tentang sebab akibat yang pasti berdasar teori ilmu yang di dapat secara kumulatif. Demikian halnya dengan gejala tehnik, kedokteran, astronomis, peternakan, geologi, dan sebagainya tidak sesuai dengan sejarah. Istilah “penjelasan” memadai untuk menerangkan gejjala sejarah.

Sejarah : memanjang dalam waktu, terbatas dalam ruang. Sejarah adalah proses, sejarah adalah perkembangan. Menurut Galtung, sejarah adalah ilmu diakronis berasal dari kata diachronich; dia dalam bahasa latin artinya melalui dan chronicus artinya waktu. Sejarah disebut ilmu diakronis, sebab sejarah meneliti gejala-gejala yang memanjang dalama waktu, tetapi dalam ruang yang terbatas. Ada juga yang menyebutkan ilmu sinkronis, yaitu ilmu yang meneliti gejala-gejala yang meluas dalam ruang tetapi dalam waktu yang terbatas. Kedua ilmu ini saling berhubungan. Beberapa contoh topic fiktif dari sejarah yang diakronis dn ilmu social lain yang sinkronis akan menerangkan perbedaan itu secara lebih jelas. Topic sejarah yang diakronis, misalnya : “sejarah Unisoviet, 1917-1989”; “Diplomasi Amerika: gugurnya politik isolasi, 1898-2003”; “perang dingin, 1945-1989”. ( judul-judul sengaja diberi angka tahun, semata-mata untuk menunjukkan sifatnya yang diakronis. Penelitian arsip memungkinkan orang untuk meneliti waktu yang panjang. Istilah memanjang dalam waktu itu meliputi juga gejala sejarah yang ada di dalam waktu yang panjang itu. Sedangkan contoh topic-topik dari ilmu social lainnya misalnya adalah: “Tarekat Naqsyabandiyah – Qodiriyah di pesantren-pesantren jawa”; “kota-kota metro politan : Jakarta , Surabaya dan Medan”; (metode survey dan interview hanya memungkinkan topic yang kontemporer dengan jangka waktu yang pendek, tetapi bias jadi ruangnya yang sangat luas.

Kita ingin mencatat bahwa ada persilangan antara sejarah yahg diakronis dan ilmu social lain yang singkronis. Artinya ada kalanya sejarah menggunakan ilmu social, dan sebaliknya, ilmu social menggunakan sejarah. Ilmu diakronis bercampur dengan sinkronis. Contoh:”peranan militer dalam politik,1945-1999 “yang ditulis seorang ahli ilmu politik;”elit agama dan politik 1945-2003”yang ditulis ahli sosiologi.

Sejarah:menuturkan gejala tunggal. Sejarah sebagaimana social science yang lain, mempunyai penceritaan ( description ) dan penjelasan ( explanation ).Namun sejarah berbeda dengan ilmu social yang lain dalam penceritaan sejarah bersifat menuturkan gejala tunggal sedangkan ilmu social menarik hokum umum. Sjarah menuturkan suatu objek atau ide dan mengangkatnya sebagai gejala tunggal sementara itu, ilmu social lain bermaksud menarik hokum, dan mengangkat gejala-gejala umum. Contoh topic fiktif memperjelas perbedaan itu:”revolusi Indonesia 1945-1949;revolusi perancis 1789;tragedy tanjung priuk. Hal apapun yang dituturkan oleh sejarawan hanya berlaku secara khusus bagi revolusi Indonesia, bagi revolusi perancis, dan bagi tragedy tanjung priuk; tidak bagi peristiwa lainnya apalagi bagi semua revolusi dan peristiwa berdarah. Sedangkan untuk ilmu social lain misalnya: industrialisasi dan mobilitas social ketimpangan ekonomi dan radikalisme. Dalam semua topic itu orang ingin membuat teori tentang mobilitas social, radikalisme prilaku ekonomi masyarakat industi dan pribadi politisi.

  1. PENJELASAN SEJARAH

Setelah mengetahui jenis sejarah sebagai ilmu dibawah ini akan diterangkan perihal penjelasan sejarah sehubungan dengan jenis ilmupeganglah tiga hal berikut:

  1. Penjelasan sejarah adalah menafsirkan dan mengerti
  2. Penjelasan sejarah adalah penjelasan tentang waktu yang memanjang
  3. Penjelasan sejarah adalah penjelasan tentang peristiwa tunggal

Dalam banyak buku tentang penjelasan sejarah tekanan utamanya adalah tentang penjelasan sebab akibat. Misalnya, buku Alan J. Lichtman dan valeriye French, historians and the living past; buku petrick gardiner, the nature of historical explanation. Tetapi, sebagaimana akan terlihat penjelasan sejarah lebih dari pada penjelasan sebab akibat ( penjelasan kausal ). Menekankan sebab akibat dan meninggalkan penjelasan yang lainnya berarti sebuah reduksi atas hakikat ilmu sejarah. Kiranya tidak perlu lagi ditekankan bahwa semua penjelasan sejarah harus didukung oleh data yang otentik, terpercaya dan tuntas. Selanjutnya, bila disederhanakan, kaidah-kaidah penjelasan sejarah ialah :

  1. Regularity
  2. Generalisasi
  3. Memakai inferensi ( kesimpulan ) Statistic dan metode statistic
  4. Pembagian waktu dalam sejarah ( jangka panjang ) waktu geografis
  5. Penjelasan sejarah juga terdapat dalam sejarah naratif, deskriptif, dan sejarah bercerita
  6. Penjelasan bersifat multiinterpretable, tergantung pada perspektif sejarawan
  1. 2. PERIODISASI

Periodisasi adalah konsep sejarawan semata-mata, suatu produkmental yang hanya ada dalam pikiran sejarawan, suatu adeal type. Periodisasi yang meskipun hanya sebagai produk pemikiran sejarawan, tidaklah diputuskan secara semena-mena. Periodisasi adalah hasil pemikiran komparatif antara satu periode dengan periode lainnya setelah sejarawan melihat ciri khas suatu kurun sejarah. Sejarawan juga menandai adanya perubahan penting yang terjadi dari periode sejarah yang satu ke periode sejarah berikutnya.periodisasi umumnya akan membagi sejarah menjadi tiga periode, yaitu Ancient, Middle, dan modern.  Ada perbedaan bagi setiap aspek sejarah dalam luasan wilayah, rentang waktu, dan variasi. Adanya perbedaan aspek-aspek sejarah dalam luasan wilayah, rentang waktu, dan variasi juga terdapat dalam periodisasi sejarah Indonesia.

  1. KAUSALITAS

LEOPOLD VON RONKE mengeluarkan dictum bahwa hendaknya sejarawan menulis sebagaimana yang terjadi yng sebenarnya .Artinya ,sejarawan harus tunduk kepada fakta ,sejarawan harus punya integritas, dan sejarawan harus objektif (tidak boleh memihak). Dia mengeluarkan dictum itu pada abad ke-19 tatkala pengaruh filsafat positivisme sangat dominan.Dalam kausalitassejarawan harus menganalisis dua hal ,yaitu kasus (peristiwa) dan  perubahan . Keduanya berbeda dalam akibat yang ditimbulkan : kasus bersifat prosesual tanpa perubahan ,sedangkan dalam perubahan terjadi perubahan kausalitas ,yaitu perubahan structural dan perubahan system.Dalam studi kasus kita menemukan adanya kasus tunggal yang kompleks .Kasus tunggal disebut sederhana bila sejarawan menemukan bshwa penyebabnya hanya satu (monokausal),sedangkan kasus tunggal disebut kompleks kalau penyebabnya banyak (multikausal).

Analisis Monokausal.Prinsip kausalitas adalah adanya regularity (keajekan).Detail prinsip itdiantaranya berbunyi demikian “kekosongan otoritas mengakibatkan anarki”;”rezim politik yang mengahadapi kesulitan selalu mencari kambing hitam “;”untuk menghalang solidaritas ,pemerintah menunjuk musuh-musuh maya atau nyata”;ketakadilan menimbulkan perlawanan”;krisis politik mengundang militerisme”.Kausalitas adalah tema ,jadi tidak perlu eksplisit  . Contoh  buku karya John Ingleson, Road To Exail: The Indonesian Nationalist Movement 1927-1934. Tema kausalitas buku ini  ialah ketidakadilan  menimbulkan perlawanan “. Kausalitas buku initidak akan eksplisit , dan kita akan mengira bahwa buku ini memilih jalur narrative hiastori ,sebab buku ini berhasil melacak tema hamper dari hari ke hari .Buku ini melacak gerakan nasionalisme di Indonesia dari sejak 1927 sampai pengasingan tokoh-tokoh nasionalis pada 1934.Di dalamnya kita temukan isu-isu yang hanya kontemporer ,seperti masalah ko dank o, moderat dan dan radikal ,kemajuan social ekonomi dan Indonesia merdeka.

  1. a. Studi Kasus

Dalam studi kasus kita menemukan adanya kasus tunggal yang sederhana dan ada kasus tunggal yang kompleks. Kasus tunggal disebut sederhana bila sejarawan menemukan bahwa penyebabnya hanya satu (mono kausal), sedangkan kasus tunggal disebut kompleks kalau penyebabnya banyak (multi kausal).

  • Analisis monokausal

Prinsip dari kausalitas yaitu adanya regularity (keajekan). Detail prinsip itu diantaranya berbunyi “kekosongan otoritas mengakibatkan anarki; rezim politik yang menghadapi kesulitan selalu mencari kambing hitam; untuk menggalang solidaritas, pemerintah menunjuk musuh-musuh maya atau nyata; ketidak adilan menimbulkan perlawanan; dan krisis politik mengundang militerisme”. Kausalitas adalah tema, jadi tidak perlu eksplisit. Analisis multi kausal. Sama dengan studi kasus tunggal sederhana, analisis multi kausal juga terdapat perkembangan prosesual. Perbedaannya terletak dalam analisis kausalitas. Dalam analisis multi kausal, sejarawan melihat kasus itu dari beberapa segi, prosesual dan trukturan kausalitas yang kompleks.

  1. b. Studi Perubahan

Dlam studi perubahan ,sejarawan harus menentukan unit analisisnya :studi struktur (satu bagian)atau studi struktur (menyeluruh). Studi struktur ialah politik ekonomi  ,social ,dan budaya dalam suatu masyarakat . Studi struktur ini tentu saja dapat diperkecil ke dalam studi unsure-unsur struktur seperti, kesehatan, perbankan,olahraga, dan sebagainya. Studi struktur mirip dengan studi kasus .hanya saja subjek matter-nya adalah perubahan structural. Studi system membicarakan perubahan system secara menyeluruh . Studi system bisa saja mengenai unit social yang kecil ,seperti suatu kota , suatu komunitas, atau suatu desa .Baik studi struktur maupun studi system , keduanya tidak terbatas ruang lingkup dan rentang waktunya .

Dalam studi struktur maupun system ,kausalitas (agent of change)  dapat merupakan proses  yang cepat atau proses yang lama dan berkelanjutan .Proses yang cepat terjadi misalnya pada revolusi-revolusi yang melahirkan Negara-negara baru . Proses yang lama dan berkelanjutan misalnya, terdapat dalam liberalisasi ,demokratisasi, industrialisasi , dan diseminasi ide (misalnya ,nasionalisme,sosialisme).

  1. ANALISIS STRUKTURAL

Konsep struktur masuk dalam khasanah ilmu sejarah melalui tradisi pemikiran struturalis (Marxisme  dan Strukturalisme). Menurut Christhoper  Lloyd dalam Explanation in Social History ,penjelasan sejarah dalam konsep struktur mempunyai tiga aliran . Pertama,aliran budaya,aliran ini melihat   pada struktur budaya dengan meneliti produk-produk mental manusia dalam semua bentuknya. Penelitian-penelitian antopologi ,sejarah pemikiran,sejarah mentalitas,psikologi,analisis satra,sering termasuk aliran ini. Kedua , aliran geografi, ekonomi, dan social. Aliran ini melihat pada proses dan kontinuitas yang ada di bawah permukaan gejala-gejal.a sejarah. Ketiga, aliran yang memfokuskan diri pada epistemology dan metodologi dalam hubungan antara strukturalisme dan cara penjelasan lainnya.  Sebagai sejarawan,aliran pertama dan kedualah yang menjadi perhatian kita.

Mengapa gagasan tentang struktur muncul ,Menurut Lucien  Febvre sejarawan tidak boleh memaksakan secara apriori teori dalam penelitian tentang masyarakat dan sejarah ,sementara sejarawan tidak boleh hanya berhenti pada fakta.  Memang sejarawan harus mencari dan dan menemukan fakta ,tetapi tidak bersemboyan “fakta untuk fakta” . Sejarawan harus memahami,mengerti, dan menjelasakanfakta-fakta. Dan supaya sejarah tidak terjebak ke dalm teori yang satu pihak dan narasi semata-matadi lain pihak, lahirlah konsep struktur .Struktur berguna untuk mengorganisasikan fakta-fakta. KataMarc Bloch, “sejarah adalah salah satu cara mengorganisasikan masa lalu ,supaya masa lalu tidak menjadi beban “.Struktur membuat sejarah  masa lalu secara analogis adalah juga sejarah masa kini.

Pada bagian dibawah ini akan disampaikan empat macam penjelasan struktur dalam histografi Indonesia masing-masing adalah struktur budaya, struktur social, struktur politik dan struktur materiil. Struktur budaya kita ambil dari symbolic realisme, struktur-stuktur social dan politik kita ambil dari atructurationism, dan stuktur materiil dari ecological materialism.

Struktur Budaya. Konsep struktur budaya atau realisme simbolis ialah bahwa struktur simbolis yaitu “system pemikiran, sikap sebagaimana nampak dalam kata-kata, benda-benda, dan perilaku konvensional”.

Struktur social. Disini kita memakai strukturasionisme. Strukturasionisme berpendapat bahwa struktur merujuk ke sejumlah aturan dalam system social yang dilembagakan. Struktur adalah sekaligus sarana dan hasil dari praktik-praktik terorganisasikan yang berulang secara terus-menerus.

Struktur materil. Kita menggunakan materialismeekologis. Materialisme ekologis ( materialisme histories ) “meletakkan basis kekuatan perkembangan social pada dataran materil dari masyarakat”. Ada ekologi konseptual ( pedesaan, perkotaan, kota besar, metropolis ), ada ekologi actual ( gunung, sawah, lading ). Ekologi yang kita maksud adalah actual dan konkrit, sama konkrit nya seperti tulang bagi anjing.

  1. PARALELISME

DALAM Webster’s New World College Dictionary, kata ‘paralel’, diantaranya diartikan sebagai “bergerak dalam tujuan yang sama”. Maka, paralelisme (kesejajaran) mempunyai dua pengertian: kemiripan dan keberlainan dan pengulangan.kemiripan dan keberlainan didapatkan dengan membandingkan dua gejala sejarah dengan tema sama di tempat yang berlainan. Kemiripan dan keberlainan yang demikian dapat disebut judga sebagai paralelisme horizontal. Pengulangan didapatkan jika kemiripan diambil antara dua gejala sejarah dengan tema dan tempat sama tetapi waktu yang berlainan ( masa lalu dan masa kini ). Pengulangan adalah paralelisme vertical. Paralelisme dekat dengan sejarah perbandingan (comparative history), yang membandingkan peristiwa-peristiwa sejarah yang sama.

  1. Kemiripan

Kemiripan belum mendapat perhatian dari sejarawan Indonesia, kecuali hanya beberapa orang. Padahal kesempatan untuk itu berlimpah ruah. Banyak unit sejarah Indonesia sangat menjanjikan dari sudut kemiripan sejarahnya. Gejala sejarah seperti perdagangan, indusrtialisasi, urbanisasi, kriminalitas, nasionalisme, dan modernisasi bias dicari paralelisme sejarahnya. Dalam suasana mulkti kulturisme, studi paralelisme mempunyai peran strategis.

  1. Pengulangan

Studi ini jarang ditemukan. Karennanya kita hanya menemukan dua studi, satu bersifat teoretis, sedangkan lainnya bersifat empiris.

  1. Generalisasi Sejarah

Berbeda dengan paralelisme yang dengan membandingkan dua unit sejarah saja tugasnya sudah selesai, generalisasi harus membandingkan banyak unit sejarah. Generalisasi sejarah ialah membandingkan unit-unit sejarah. Letak penjelasan sejarahnya ialah ada generalisasi itu, tidak pada deskripsi atas masing-masing unit sejarah.

Kata generalisasi sebenarnya memerlukan penjelasan yang panjang, menyangkut filsafat maupun praktik penulisan sejarah. Disini kita menjelaskan kata generalisasi dari segi praktik penulisan sejarah. Dalam praktik, penulisan generalisasi sejarah mempunyai setidaknya empat makna dua diantaranya yang disebut dalam buku Alan J. Lichtman dan Valerie French, historian and the living past yaitu silogisme dan covering Laws. Dua makna yang lainnya adalah inferensi statistic dan generalisasi sejarah (Historical generalization). Inferensi statistic ialah generalisasi yang diambil dengan metode statistic, yaitu distriusi, korelasi, regresi, content analisis, dan time series. Adapaun generalisasi sejarah adalah generalisasi yang dibuat dengan membandingkan unit-unit sejarah.

  1. RAPPROCHEMENT (SEJARAH DAN TEORI SOSIAL)

KOOPERASI antara ilmu sejarah dan ilmu social akan Nampak sebagai kontradiksi. Sejarah berhubungan dengan gejala yang unik, sekali terjadi, dan terikat dengan konteks waktu dan tempat. Sementara itu ilmu social berusaha mencari hokum umum (general laws) terjadi berulang dan lepas dari konteks waktu dan tempat waktu sejarawan membicarakan revolusi Indonesia, ilmuan social membicarakan revolusi.

Selain itu kontradiksi juga terjadi karena sejarah itu diachronic sedangkan ilmu social synch cronich. Oleh karena itu, sejarawan yang menggunakan ilmu social harus punya logika ilmu social artinya ia harus berfikir ganda sekaligus diakronis dan sinkronis.

  1. KUANTIFIKASI

Pentingnya inferensi (kesimpulan) dan metode statistic untuk penjelasan sejarah sudah dikemukakan oleh William O. Aydelotte (sejarawan Amerika) mengatakan bahwa kuantifikasi dalam studi sejarah berguna untuk memverikasikan generalisasi (pernyataan-pernyataan umum). Ia juga mengatakan bahwa dengan kuantifikasi berakhirlah sejarah yang impresionistik. Pernyataan-pernyataan yang mengandung generalisasi factual seperti signifikan, meningkat, menyebar, dan tifikal, sebenarnya adalah pernyataan kuantitatif. Dengan kuantifikasi pernyataan-pernyataan yang kabur itu bias di ukur secara persis.

Namun tidak semua penulisan sejarah memerlukan kuantifikasi. Sejarah pemikiran dan sejarah kejiwaan, misalnya, tidak dapat di kuantifikasikan. Pendek kata, semua yang berhubungan dengan kesadaran manusia, tidak akan di kuantifikasikan. Kalau kesadaran dikuantifikasikan, itu berarti menafikan nilai-nilai kemanusiaan, sebuah dehumanisasi. Dalam sejarah, dehumanisasi tidak mungkin terjadi.

Tetapi, dalam ilmu social dehumanisasi dimungkinkan. Attitude misalnya, dapan di kuantifikasikan. Sejarah, sebaliknya, yang hanya menggunakan statistic secara terbatas (descriptive statistics bukan Predictive Statistics) tidak mungkin melakukan dehumanisasi. Perbedaan antara  descriptive statistics dan  Predictive Statistics terletak dalam jenis statistic yang digunakan. Descriptive statistics hanya berkisar seputar teknik untuk mendeskripsikan data dalam angka, yaitu distribusi, pengukuran hubungan antara dua variable (korelasi, Regresi), content analysis, dan time series. Sementara itu predictive statistics sangat berguna dalam penelitian eksperimental, terutama untuk mengukuhkan generalisasi, tetapi sedikit saja relevansinya untuk penelitian sejarah. Jadi, tidak perlu ada kehawatiran akan sejarah yang dehumanized, sejarah tidak menafikan unsure manusia.

  1. SEJARAH NARATIVE

Sejarah Naratif ialah menulis sejarah secara deskriptif tetapi bukan sekedar menjejerkan fakta. Setidaknya kita temukan tiga syarat cara menulis sejarah naratif, yaitu: Coligation, plot dan stuktur sejarah.

  1. Colligation

Hal ini dikemukakan oleh W.H.Walsh dalam Philosophy of  History teori ini mengatakan bahwa menulis sejarah itu ialah mencari inner connection (hubungan dalam) antar peristiwa sejarah. Setelah prosedur metode sejarah sebagai biasanya telrlampaui, tibalah saat kita melakukan colligation.

  1. Plot

Plot adalah cara mengorganisasikan fakta-fakta menjadi satu keutuhan. Orang tidak mungkin melakukan penulisan sejarah secara universal, tetapi harus memecahnya menjadi bagian-bagian, seperti sejarah politik, sejarah agama, sejarah keluarga dan sebagainya. Cara ini dikemukakan oleh paul Veyne dalam writing History. Plot dalam sejarah mirip dengan plot dalam sastra, yaitu interpretasi dan eksplanasi.

  1. Struktur sejarah

Menurut Webster New College Dictionary adalah cara mengorganisasikan. Perlunya struktur sejarah sebagai rekonstruksi yang akurat dikemukakan oleh Micael Stanford dalam Nature of  Historical Knowledge.

Resensi

Nama Buku : Penjelasan Sejarah

Pengarang : Kuntowijoyo

Penerbit : Tiara Wacana

Banyak halaman : 179

Harga : Rp. 34.000,-

Kekurangan :

Kelebihan: Pembaca akan dipermudah dalam mengikuti uraian keseluruhan buku ini, karna penulis yang juga dikenal sebagai pengarang novel dan sajak ini memiliki kemampuan untuk memaparkan uraiannya pada masing-masing bab dalam bentuk bahasa penyajian yang sederhana, mudah dimengerti dan mencakup banyak hal serta dilengkapi dengan “panduan wisata” yang berupa rangkaian “review” kongkret atas berbagai karya sejarawan.

Isi:

Buku ini bertumpu pada dua bahasan mendasar dalam ilmu sejarah, yakni ilmu sejarah dan cara memahami jenis-jenis penjelasan sejarah. Ilmu sejarah tidak lain merupakan serangkaian upaya untuk menafsirkan, memahami dan mengerti dan karenanya ilmu sejarah merupakan ilmu yang mandiri dalam arti memiliki filsafat ilmu sendiri, persoalan sendiri, serta penjelasan sendiri. Dan setiap penjelasan dari sejarah dimaksudkan agar unit-unit sejarah menjadi dapat dimengerti secara cerdas.

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A. Latar Belakang

Pada zaman kolonial pemerintah Belanda menyediakan sekolah yang beraneka ragam bagi orang Indonesia untuk memenuhi kebutuhan berbagai lapisan masyarakat. Ciri yang khas dari sekolah-sekolah ini ialah tidak adanya hubungan berbagai ragam sekolah itu. Namun lambat laun, dalam berbagai macam sekolah yang terpisah-pisah itu terbentuklah hubungan-hubungan sehingga terdapat suatu sistem yang menunjukkan kebulatan. Pendidikan bagi anak-anak Indonesia semula terbatas pada pendidikan rendah, akan tetapi kemudian berkembang secara vertical sehingga anak-anak Indonesia, melalui pendidikan menengah dapat mencapai pendidikan tinggi, sekalipun melalui jalan yang sulit dan sempit.

Lahirnya suatu sistem pendidikan bukanlah hasil suatu perencanaan menyeluruh melainkan langkah demi langkah melalui eksperimentasi dan didorong oleh kebutuhan praktis di bawah pengaruh kondisi sosial, ekonomi, dan politik di Nederland maupun di Hindia Belanda. Selain itu kejadian-kejadian di dunia luar, khususnya yang terjadi di Asia, mendorong dipercepatnya pengembangan sistem pendidikan yang lengkap yang akhirnya, setidaknya dalam teori, memberikan kesempatan kepada setiap anak desa yang terpencil untuk memasuki perguruan tinggi. Dalam kenyataan hanya anak-anak yang mendapat pelajaran di sekolah berorientasi Barat saja yang dapat melanjutkan pelajarannya, sekalipun hanya terbatas pada segelintir orang saja.

  1. B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dari makalah ini adalah:

  1. Apa alasan orang Belanda mendirikan sekolah bagi anak-anak Indonesia?
  2. Faktor apa saja yang menyebabkan berlangsungnya politik etika?
  3. Bagaimana sistem persekolahan pada zaman pemerintahan Hindia Belanda?
  4. Apa saja ciri umum politik pendidikan Belanda?
  1. C. Tujuan

Adapun tujuan dari makalah ini adalah:

  1. Agar mengetahui alasan orang Belanda mendirikan sekolah bagi anak-anak Indonesia.
  2. Agar mengetahui faktor yang menyebabkan berlangsungnya politik etika.
  3. Agar mengetahui sistem persekolahan pada zaman pemerintahan Hindia Belanda.
  4. Agar mengetahui ciri umum politik pendidikan Belanda.


BAB II

PEMBAHASAN

  1. A. Pendidikan selama penjajahan Belanda

Pendidikan selama penjajahan Belanda  dapat dipetakan kedalam 2 (dua) periode besar, yaitu pada masa VOC (Vereenigde Oost-indische Compagnie) dan masa pemerintah Hindia Belanda (Nederlands Indie). pada masa VOC, yang merupakan sebuah kongsi (perusahaan) dagang, kondisi pendidikan di Indonesia dapat dikatakan tidak lepas dari maksud dan kepentingan komersial.

  1. Zaman VOC (Kompeni)[1]

Orang belanda datang ke indonesia bukan untuk menjajah melainkan untuk berdagang. Mereka di motifasi oleh hasrat untuk mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya, sekalipun harus mengarungi laut yang berbahaya sejauh ribuan kilometer dalam kapal layar kecil untuk mengambil rempah-rempah dari indonesia. Namun pedagang itu merasa perlunya memiliki tempat yang permanen di daratan dari pada berdagang dari kapal yang berlabuh di laut. Kantor dagang itu kemudian mereka perkuat dan persenjatai dan menjadi benteng yang akhirnya menjadi landasan untuk menguasai daerah di sekitarnya. Lambat laun kantor dagang itu beralih dari pusat komersial menjadi basis politik dan teritorial. Setelah peperangan kolonial yang banyak akhirnya indonesia jatuh seluruhnya di bawah pemerintahan belanda. Namun penguasaan daerah jajahan ini baru selesai pada permulaan abad ke 20.

Metode kolonialisasi belanda sangat sederhana. Mereka mempertahankan raja-raja yang berkuasa dan menjalankan pemerintahan melalui raja-raja itu akan tetapi menuntut monopoli hak berdagang dan eksploitasi sumber-sumber alam. Adat istiadat dan kebudayaan asli dibiarkan tanpa perubahan aristokrasi tradisional digunakan oleh belanda untuk memerintah negri ini dengan cara efisien dan murah. Oleh sebab belanda tidak mencampuri kehidupan orang Indonesia secara langsung, maka sangat sedikit yang mereka perbuat untuk pendidikan bangsa. Kecuali usaha menyebarkan agama mereka di beberapa pulau di bagian timur Indonesia. Kegian pendidikan pertama yang dilakukan VOC.

Pada permulaan abad ke 16 hampir se abad sebelum kedatangan belanda, pedagang portugis menetap di bagian timur Indonesia tempat rempah-rempah itu di hasilkan. Biasanya mereka didampingi oleh misionaris yang memasukkan penduduk kedalam agama katolik yang paling berhasil tiantara mereka adalah Ordo Jesuit di bawah pimpinan Feranciscus Xaverius. Xaverius memandang pendidikan sebagai alat yang ampuh untuk penyebaran agama. Seminari dibuka di ternate, kemudian di solor dan pendidikan agama yang lebih tinggi dapat diperoleh di Goa, India, pusat kekuasaan portugis saat itu. Bahasa portugis hamper sama populernya dengan bahasa melayu, kedudukan yang tak kunjung di capai oleh bahasa Belanda dalam waktu 350 tahun penjajahan kekuasaan portugis melemah akibat peperangan denngan raja-raja Indonesia dan akhirnya dilenyapkan oleh belanda pada tahun 1605.

  1. Zaman Pemerintahan Belanda Setelah VOC

Setelah VOC dibubarkan, para Gubernur/ komisaris jendral harus memulai system pendidikan dari dasarnya, karena pendidikan zaman VOC berakhir dengan kegagalan total. Pemerintahan baru yang diresapi oleh ide-ide liberal aliran aufklarung atau Enlightenment menaruh kepercayaan akan pendidikan sebagai alat untuk mencapai kemajuan ekonomi dan social. Pada tahun 1808 Deandels seorang Gubernur Belanda mendapat perintah Raja Lodewijk untuk meringankan nasib rakyat jelata dan orang-orang pribumi poetra,serta melenyapkan perdagangan budak. Usaha Deandels tersebut tidak berhasil, bahkan menambah penderitaan rakyat, karena ia mengadakan dan mewajibkan kerja paksa (rodi).

Didalam lapangan pendidikan Deandels memerintahkan kepada Bupati-bupati di Pulau Jawa agar mendirikan sekolah atasa uasaha biaya sendiri untuk mendidik anak-anak mematuhi adat dan kebiasaan sendiri. Kemidian Deandels mendirikan sekolah Bidan di Jakarta dan sekolah ronggeng di Cirebon. Kemudian Pada masa (interregnum inggris) pemerintahan Inggris (1811-1816) tidak membawa perubahan dalam masalah pendidikan walaupun Sir Stamford Raffles seorang ahli negara yang cemerlang. Ia lebih memperhatikan perkembanagan ilmu pengetahuan, sedangkan pengajaran rakyat dibiarkan sama sekali. Ia menulis buku History of Java.

Setelah ambruknya VOC tahun 1816 pemerintah Belanda menggantikan kedudukan VOC. Statua Hindia Belanda tahun 1801 dengan terang-terangan menyatakan bahwa tanah jajahan harus memberikan keuntungan yang sebesar-besarnya kepada perdagangan dan kepada kekayaan negeri Belanda. Pada tahun 1842 Markus, menteri jajahan, memberikan perintah agar Gubernur Jendral berusaha dengan segenap tenaga agar memperbesar keuntungan bagi negerinya. Walaupuan setiap Gubernur Jendaral pada penobatannya berjanji dengan hidmat bahwa ia akan memajukan kesejahteraan hindia Belanda dengan segenap usuha prinsip yang masih dipertahankan pada tahun 1854 ialah bahwa hindia Belanda sebagai “negeri yang direbut harus terus member keuntungan kepada negeri belanda sebagai tujuan pendidikan itu.  Sekolah pertama bagi anak Belanda dibuka di Jakarta pada tahun 1817 yang segera diikuti oleh pembukaan sekolah dikota lain di Jawa. Prinsip yang dijadikan pegangan tercantum distatuta 1818 bahwa sekolah-sekolah harus dibuka ditiap tempat bila diperlukan oleh penduduk Belanda dan diizinkan  oleh keadaan.

Gubernur Jendral Van der Capellen (1819-1823) menganjurkan pendidikan rakyat dan pada tahun 1820 kembali regen-regen diinstruksikan untuk menyediakan sekolah bagi penduduk untk mengajar anak-anak membaca dan menulis serta mengenal budi peketi yang baik. Anjuran Gubernur Jendral itu tidak berhasil untuk mengembangkan pendidikan oleh regen yang aktif.

Tahun 1826 lapangan pendidikan dan pengajaran terganganggu oleh adanyan usaha-usaha penghematan. Sekolah-sekolah yang ada hanya  bagi anak-anak Indonesia yang memeluk agama Nasrani. Alsannya adalah karena adanya kesulitan financial yang berat yang dihadapi orang Belanda sebagai akibat perang Diponegoro (1825-1830) yang mahal dan menelan banyak korban seerta peperangan antara Belanda dan Belgia (1830-1839).

Kesulitan keuangan ini menyebabkan raja belanda untuk meninggalkan prinsip-prinsip liberal dan menerima rencana yang dianjurkan Van den Bosch, bekas Gubernur di Guyana, jajahan Belanda di Amerika selatan, untuk memanfaatkan pekerjaan budak menjadi dasar eksploitasi colonial. Ia membawa ide penggunaan kerja paksa(rodi) sebagai cara yang ampuh untuk memperoleh cara usaha maksimal, yang kemudian terkenal dengan cultuur stelsel atau tanam paksa yang memaksa penduduk untuk menghasilkan tanaman yang diperlukan dipasaran Eropa.

Van den Bosch mengerti, bahwa untuk memperbaiki stesel pembangunan ekonomi bagi belanda dibutuhkan tenaga-tenaga ahli yang banyak. Setelah tahun 1848 dikeluarkan peraturan-peraturan yang menunjukan perintah lambat laun menerima tanggung jawab yang lebih besar atas pendidikan anak-anak Indonesia sebagai hasil perdebatan diparlemen Belanda dan mencerminkan sikap Liberal yang lebih menguntungkan tehadap rakyat Indonesia. Terbongkarnya penyalahgunaan system tanam paksa merupakan factor dalam perbahan pandangan. Peraturan pemerintah tahun 1854 mengimtruksikan Gubernur Jendral untuk mendirikan sekolah dalam tiap kabupaten bagi pendidikan anak pribumi. Peraturan tahun 1863 mewajibkan Gubernur Jendral untuk mengusahakan terciptanya situasi yang memungkinkan penduduk bumi putera pada umumnya menikmati pendidikan.

Sistem tanam paksa dihapuskan tehun 1870 dan digantikan dengan undang-undang Agraria 1870. Pada tahun itu di Indonesia timbul masa baru dengan adanya undang-undang Agraria dari De Waal, yang member kebebasan pada pengusaha-pengusaha pertania partikelir. Usaha-usaha perekonomian makin maju, masyarakat  lebih banyak lagi membutuhkan pegawai. Sekolah-sekolah  yang ada dianggap belum cukup memenuhi kebutuhan. Itulah sebabnya maka usaha mencetak calon-calon pegawai makin dipergiat lagi. Kini tugas departemen adalah memelihara sekolah-sekolah yang ada dengan lebih baik dan mempergiat usaha-usaha perluasan sekolah-sekolah baru.

Pada tahun 1893 timbullah differensiasi pengajaran bumi putera. Hal ini disebabkan:[2]

  1. Hasil sekolah-sekolah bumi putra kurang memuaskan pemerintah colonial. Hal ini terutama sekali desebabkan karena isi rencana pelaksanaannya terlalu padat.
  2. Dikalangan pemerintah mulai timbul perhatian pada rakyat jelata. Mereka insyaf bahwa yang harus mendapat pengjaran itu bukan hanya lapisan atas saja.
  3. Adanya kenyataan bahwa masyarakat Indonesia mempunyai kedua kebutuhan dilapangan pendidikan yaitu lapisan atas dan lapisa bawah.

Untuk mengatur dasar-dasar baru bagi pengajaran bumi putra, keluarlah indisch staatsblad 1893 nomor 125 yang membagi sekolah bumi putra menjadi dua bagian:

a)      Sekolah-sekolah kelas I untuk anak-anak priyai dan kaum terkemuka.

b)      Sekolah-sekolah kelas II untuk rakyat jelata.

Perbedaan sekolah kelas I dan kelas II antara lain:

Kelas I[3]

Tujuan: memenuhi kebutuhan pegawai pemerintah, perdagangan dan  perusahaan.

Lama bersekolah: 5 tahun

Mata pelajarannya: membaca, menulis, berhitung, ilmu bumi, sejarah, pengetahuan alam, menggambar, dan ilmu ukur.

Guru-guru: keluaran Kweekschool

Bahasa pengantar: Bahasa Daerah/Melayu

Kelas II

Tujuan: Memenuhi kebutuhan pengajaran di kalangan rakyat umum

Lama bersekolah: 3 tahun

Mata paelajaran: Membaca, menulis dan berhitung.

Guru-guru: persyaratannya longgar

Bahasa pengantar: Bahasa Daerah/Melayu

Pada tahun 1914 sekolah kelas I diubah mejadi HIS (Hollands Inlandse School) dengan bahasa pengantar bahasa Belanda sedangkan sekolah kelas II tetap atau disebut juga sekolah vervolg (sekolah sambungan) dan merupakan sekolah  lanjutan dari sekolah desa yang mulai didirikan sejak tahun 1907. View full article »

  1. A. PENDAHULUAN

Peradaban islam adalah terjemahan dari kata Arab al-Hadharah al-islamiyah. Kata Arab ini juga sering juga di terjemahkan ke dalam  bahasa Indonesia dengan Kebudayaan Islam. Kebudayaan adalah bentuk ungkapan semangat mendalam suatu masyarakat. Menurut koentjaraningrat, kebudayaan paling tidak mempunyai tiga wujud, (1) wujud ideal, yaitu wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks ide-ide, gagasan, nilia-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya, (2) wujud kelakuan, yaitu wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat, dan (3) wujud benda yaitu wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya.

Islam yang di wahyukan kepada Nabi Muhammad Saw. telah membawa bangsa Arab yang semula terbelakang, bodoh, tidak terkenal dan diabaikan oleh bangsa-bangsa lain menjadi bangsa peradaban yang masuk ke wilayah Arab sangat mempengaruhi orang-orang Arab tersebut. Arab sebelum islam sangatlah di kelilingi oleh orang-orang jahiliyah yang dipengaruhi oleh oaring-orang kaum Quraisy. Islam masuk di bawa oleh nabi Muhammad dengan wahyu dari Allah meskipun banyak cobaan yang di hadapi nabi ketika menyebarkan islam tapi nabi tetap teguh kepada pendiriannya terus menyebarkan agama islam. Kaena serangan yang di lakukan oleh orang kafir Quraisy, nabi beserta pengikutnya hijrah kemadinah.

Riwayat hidup nabi Muhammad dalam memperluas islam dan memperjuangkannya terjadi sebelum dan sesudah nabi menjadi rasul. Akhlak nabi yang dari kecil sudah mencerminkan kenabiannya. Dan pada saat nabi usia 25 tahun barulah Allah mengangkat nabi Muhammad sebagai nabi dan rasul. Tidak mudah dalam menyebarkan islam seperti yang telah dikatakan bahwa banyak halangan yang nabi dapatkan diantaranya dari kaum kafir Quraisy, untuk lebih jelasnya akan di bahas dalam pembahasan kita ini yaitu tentang riwayat nabi Muhammad.

  1. B. BIOGRAFI NABI MUHAMMAD SAW
  2. 1. SITUASI ARAB PRA ISLAM
  3. a. Letak Jazirah Arab

Menurut pendapat para ulama ahli ilmu bumi, bumi ini terdiri atas tiga benua: Asia, Eropa, dan Afrika. Kemudian, akhir-akhir ini ditambah dua benua lagi, yaitu Amerika yang ditemukan pada abad ke-15 M dan Australia yang ditemukan pada abad ke-17 M. Jadi, di muka bumi ada lima benua.

Jazirah Arab merupakan sebagian dari bumi atau suatu daerah berupa pulau yang berada di antara benua Asia dan Afrika, seolah-olah daerah Arab itu sebagai hati bumi (dunia). Sejak dahulu, daerah Arab memang terkenal dengan nama itu karena daerah Arab sebagian besar dikelilingi dengan oleh sungai-sungai dan lautan sehingga terlihat seperti jazirah (pulau). Demikianlah kata sahabat Ibnu Abbas r.a..

Kebenaran perkataan itu memang nyata. Sebelah barat daerah Arab dibatasi oleh Laut Merah, sebelah timur dibatasi oleh Teluk Persia dan Laut Oman atau sungai-sungai Dajlah (Tigris) dan Furrat (Euphraat). Sebelah selatan dibatasi oleh Lautan Hindia dan sebelah utara oleh Sahara Tiih (lautan pasir yang ada di antara negeri Syam dan Sungai Furrat). Itulah sebabnya daerah Arab itu terkenal sebagai pulau dan dinamakan Jaziratul Arabiyah.

  1. b. Luas Jazirah Arab dan Jumlah Penduduknya[1]

Jazirah Arab itu luasnya kurang lebih 1.100.000 mil persegi atau 126.000 farsakh persegi atau 3.156.558 kilometer persegi. Tanah yang sekian luasnya itu sepertiganya tertutupi lautan pasir, yang diantaranya yang paling besar adalah yang terkenal dengan nama Ar-Rabi’l Khali. Bukan dengan pasir saja, tetapi dipenuhi pula oleh batu-batu yang besar atau gunung-gunung batu yang tinggi, di antaranya yang paling besar dan serta paling tinggi adalah yang terkenal dengan nama Jabal As-Sarat. Di dalam pulau pasir ini tidak ada sungai yang mengalir karena lembah-lembahnya sebentar berair dan sebentar kering; airnya sebagian mengalir masuk ke dalam padang-padang pasir saja dan sebagian masuk ke dalam lautan.

  1. c. Bagian-Bagian Jazirah Arab[2]

Jazirah Arab itu terbagi atas delapan bagian dan setiap bagian mempunyai karakter masing-masing. Hijaz, Yaman, Hadhramaut, Muhrah, Oman, Al-Hasa, Najd, dan Ahqaf. Pada zaman dahulu, Jazirah Arab itu terbagi atas enam bagian, yaitu Hijaz, Yaman, Najd, Tihamah, Ihsa’, dan Yamamah (Arudh).

  1. Hijaz terletak di sebelah tenggara dari Thursina di tepi Laut Merah.
  2. Yaman terletak di sebelah selatan Hijaz,
  3. Hadhramaut terletak di sebelah timur dari daerah Yaman dan di tepi Samudera Hindia.
  4. Muhrah terletak di sebelah timur daerah Hadhramaut.
  5. Oman terletak di sebelah utara bersambung dengan Teluk Persia dan di sebelah tenggara dengan Samudera Hindia.
  6. Al-Hasa terletak di pantai Teluk Persia dan panjangnya sampai ke tepi Sungai Euphraat.
  7. Najd terletak di tengah-tengah antara Hijaz, Al-Hasa, sahara negeri Syam, dan negeri Yamamah.
  8. Ahqaf terletak di daerah Arab sebelah selatan dan di sebelah barat-daya dari Oman. Daerah Ahqaf merupakan dataran yang rendah.
  1. d. Penghasilan Jazirah Arab

Jazirah Arab itu dalam masing-masing bagian, seperti yang telah disebutkan di atas, memiliki hasil bumi yang berbeda-beda. Misalnya, daerah Hijaz, desa-desanya menghasilkan hasil bumi berupa buah-buahan, seperti kurma, anggur, dan sebagainya. Oman menghasilkan tembaga, Hadhramaut menghasilkan kayu-kayuan yang berbau harum, yang telah dikenal oleh kita bangsa Indonesia dengan kayu gaharu dan kemenyan. Al-Hasa menghasilkan permata-permata yang berharga. Di Yaman juga boleh dikatakan lebih banyak hasil buminya daripada daerah yang lain, karena daerah ini, selain menghasilkan buah-buahan, juga menghasilkan permata-permata yang baik, merjan-merjan yang indah, dan sebagainya.

Adapun binatang-binatang ternak yang sangat berharga di seluruh Jazirah Arab adalah unta, karena binatang itu banyak sekali gunanya dibandingkan dengan binatang-binatang yang lain, yaitu untuk kendaraan serta untuk mata pencarian sehari-hari penduduk di daerah Arab seluruhnya. Di daerah Najd ada pula jenis binatang yang sangat berharga di seluruh dunia karena disukai oleh segenap bangsa, yaitu kuda. Kuda Najd sangat termasyhur.

  1. e. Jenis Manusia dan Pencampurannya

Jenis atau macam manusia di dunia ini banyak, tetapi yang menjadi pokoknya hanya tiga jenis: manusia berkulit putih; manusia berkulit hitam; dan manusia berkulit kuning. Penduduk yang berkulit putih berasal dari Persia, tersebar di India, sampai ke daerah Asia sebelah barat dan kemudian memenuhi Eropa. Yang berkulit hitam berasal dari Afrika dan Australia. Yang berkulit kuning berasal dari Tiongkok, tersebar sampai ke Asia sebelah utara dan ke Semenanjung Malaya.

Jenis atau warna kulit manusia yang tiga itu, asal mulanya dari tiga putra Nuh (Nabi Nuh a.s.): Sam, Yafits, dan Ham, yang berpisah karena tidak dapat berkumpul lagi di negeri Babil.

Adapun asal usul bangsa Arab itu menurut keterangan para ahli ilmu bangsa-bangsa, bahwa Bangsa Arab termasuk golongan bangsa Semit, yaitu berasal dari keturunan Sam bin Nuh. Segenap ahli riwayat hampir sepakat bahwa tempat kelahiran keturunan Sam yang pertama sekali adalah lembah sungai Euphraat atau dataran yang terletak di antara Sungai Tigris (Dajlah) dan Sungai Euphraat (Furrat).

Bangsa Arab merupakan suatu bangsa yang berasal dari percampuran kulit hitam dan kulit putih.

  1. f. Asal Usul Bangsa Arab[3]

Sebagaimana yang telah ditetapkan oleh segenap para ulama ahli tarikh, bangsa Arab itu terbagi atas tiga bangsa, yaitu bangsa Al-‘Arabaa’, bangsa Al-‘Aaribah, dan bangsa Al-Musta’rabah.

Pertama, bangsa Arab Al-‘Arabaa’ itu disebutkan juga Arab Al-Baa-idah. Mereka adalah bangsa Arab yang mula-mula sekali atau yang asli. Mereka adalah keturunan Iram bin Sam bin Nuh, yang banyaknya ada Sembilan bangsa: ‘Aad, Tsamud, Amim, Amil, Thasam, Jadis, Imliq, Jurhum Ula, dan Wabar.

Kedua, bangsa Arab Al-‘Aaribah disebut pula Arab Al-Muta’aaribah. Mereka adalah bangsa Arab yang kedua, keturunan Jurhum bin Qahthan, putera Aabir atau Aibar. Menurut pendapat seorang ahli tarikh, Aabir atau Aibar adalah nama Nabi Hud. Mereka berdiam di daerah Hijaz dan terkenal pula dengan sebutan Arab Al-Yamaniyah karena tumpah darah mereka adalah daerah Yaman.

Ketiga, bangsa Arab Al-Musta’rabah, yaitu bangsa Arab yang datang atau orang yang dijadikan/ditetapkan sebagai bangsa Arab. Mereka itulah yang dikenal dengan sebutan bangsa Arab Ismailiyah yang menurunkan Adnan. Adnan itulah yang menurunkan Nabi Muhammad saw..

  1. g. Mata Pencarian Bangsa Arab

Pada masa itu bangsa Arab yang tinggal di jazirah terdiri atas dua golongan, yaitu golongan penduduk kota dan golongan penduduk desa. Penduduk yang terbesar jumlahnya adalah golongan yang ada di desa-desa atau yang ada di padang pasir, dekat gunung-gunung atau di lereng-lereng bukit golongan itu dinamakan Arab Badui. Bangsa Arab Badui itulah yang memelihara binatang-binatang ternak terutama unta.

Adapun sebagian besar bangsa arab yang tinggal di kota-kota memiliki mata pencaharian perniagaan keluar negeri masing-masing.

  1. h. Keagamaan Bangsa Arab

Bangsa Arab di sekitar jazirah Arab pada masa dahulu sebelum Nabi Muhammad di utus, sudah memahami keesaan Allah, sudah mengenal tuhan Allah. Mereka sudah mengikuti agama yang menuhankan Allah karena mereka pada umumnya sejak beberapa ratus tahun yang lampau sebelum nabi Muhammad di utus sudah kerap kali kedatangan dakwah dari para nabi utusan Allah yang menyampaikan seruan kepada mereka supaya menyembah kepada tuhan yang Maha Esa, jangan sampai mempersekutukan sesuatu dengan-Nya.

Adapun utsan Allah yang datang berdakwah kepada mereka itu adalah Nabi Hud a.s. diutus Allah untuk memperbaiki kepercayaan dan keagamaan penduduk yang sesat, tetapi mereka pada umumnya tidak mau mengikuti seruan suci itu,bahkan mereka sudah membantah dan menolak seruan itu.

Mereka yakin dan percaya bahwa Tuhan itu ada dan Tuhan itu Maha Esa. Akan tetapi dalam menyembah kepada-Nya, mereka membuat atu mengadakan berbagai perantara, dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, diantaranya:

  1. Menyembah Malaikat
  2. Menyembah Jin, Ruh dan Hantu
  3. Menyembah Binatang-binatang
  4. Menyembah Berhala
  5. Agama Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani).
  1. i. Moral Bangsa Arab Sebelum Islam[4]
    1. Meminum Arak
    2. Perjudian
    3. Pelacuran
    4. Pencurian dan Perampokan
    5. Kekejaman
    6. Kekotoran dalam urusan makan dan minum
    7. Tidak mempunyai kesopanan
    8. Pertengkaran dan Perkelahian.
    9. j. Kemajuan Bangsa Arab
      1. Perniagaan

Bangsa Arab keturunan Qahthan, yang diam di Yaman, sudah sangat maju dalam masalah perniagaan atau perdagangan dan sebagian dari mereka yang tinggal di dusun-dusun, maju dalam pertaniannya. Kemajuan perdagangan di Yaman pada masa itu ada di tangan Bangsa Arab Saba’iyah dan Himyariyah, dari keturunan Qahthan. Kemajuan perdagangannya sangat pesat sehingga sampai ke Habsyi, Mesir, Syam, dan lain-lain.

  1. Pertukangan

Dalam soal pertukangan, Bangsa Arab di Yaman dapatlah di katakana jauh mendahului Bangsa atau umat lainnya. Mereka dapat mendirikan gedung-gedung yang besar, membuat kebun-kebun yang luas dan teratur, mendirikan bangunan-bangunan yang indah, memperbaiki kota-kota, dan sebagainya. Kemajuan mereka dalam perkara pertukangan itu dapat di lihat peninggalannya di Negeri Yaman.

  1. Kemajuan lain-lainnya

Adapun kemajuan mereka selain dari perdagangan dan pertukangan adalah dalm sulam menyulam, menenun, memintal, dan kesusastraan. Selain itu, mereka juga memiliki kemampuan dalam bidang pengetahuan binatang-binatang (astronomi), meramu obat-obatan, pengetahuan hitung menghitung, pengetahuan untuk mengetahui rahasia rupa orang dan lain-lainnya.

  1. 2. RIWAYAT HIDUP NABI MUHAMMAD: DAKWAH DAN PERJUANGAN
  2. a. Sebelum Masa Kerasulan

Nabi Muhammad Saw. Adalah anggota Bani Hasyim, suatu kabilah yang kurang berkuasa dalam suku quraisy. Kabilah ini memegang jabatan siqayah. Nabi Muhammad lahir dari keluarga terhormat yang relative miskin. Ayahnya bernama Abdullah anak abdul muthalib, seorang kepala suku quraisy yang besar pengaruhnya. Ibunya adalah aminah binti wahab dari bani zuhrah. Tahun kelahiran nabi dikenal dengan nama tahun gajah (570 M). dinamakan demikian, karena pada tahun itu pasukan abrahah, gubernur kerajaan Habsyi (Ethiopia), dengan menunggang gajah menerbu makkah untuk menghancurkan ka`bah.

Muhammdah lahir dalam keadaan yatim karena ayahnya Abdullah, meninggal dunia 3 bulan setelah dia menikahi aminah. Muhammad kemudian diserahkan kepada ibu pengasuh, halimah sa`diyyah.dalam asuhannyalah Muhammad dibesarkan sampai usia 4 tahun. Setelah itu, kurang lebih 2 tahun dia berada dalam asuhan ibu kandungnya. Ketika berusia 6 tahun, dia menjadi yatim piatu. Seakan-akan allah ingin melaksanakan sendiri pendidikan Muhammad, orang yang dipersiapkan untuk membawa risalah-Nya yang terakhir.[5] Allah berfirman: bukankah allah mendapatimu sebagai anak yatim, lalu dia melindungimu. Dan Allah mendapatimu sebagai orang yang bingung, lalu dia memberimu petunjuk (QS 95: 6-7).

Setelah aminah meninggal abdul muthalaib mengambil alih tanggung jawab merawat Muhammad. Namun, 2 tahun kemudian abdul muthalib meninnggal dunia karena renta. Tanggung jawab selanjutnya beralih kepada pamannya, abu thalib. Seperti juga abdul muthalib, dia sangat disegani dan dihormati orang quraisy dan penduduk makkah secara keseluruhan, tetapi dia miskin.

Dalam usia muda, Muhammad hidup sebagai penggembala kambing keluarganya dan penduduk makkah. Melalui kegiatan pengembalaan ini dia menemukan tempat untuk berpikir dan merenung. Dalam suasana demikian, dia ingin melihat sesuatu dibalik semuanya. Pemikiran dan perenungan ini membuatnya jauh dari segala pemikiran nafsu duniawi, sehingga ia terhindar dari berbagai macam noda yang dapat merusak namanya, karena itu sejak muda ia sudah dijuluki al-amin, orang yang terpercaya.

Nabi muhamad ikut untuk pertama kali dalam khalifah dengan Syria (syam) dalam usia baru 12 tahun. Kafilah itu dipimpin oleh abu thalib. Dalam perjlanan ini, di bushra, sebelah selatan Syria, ia bertemu dengan pendeta Kristen yang bernama Buhairah.

Pada usia kedua puluh lima tahun, Muhammad berangat ke Syria membawa barang dagangan saudagar wanita kaya raya yang telah lama menjanda, khadijah. Dalam pedagangan ini, Muhammad mempeoleh laba yang besar. Khadijah kemudian melamarnya. Lamran itu diterima dan perkawinan segera ilaksanakan. Ketika itu usia Muhammad 25 hun dan khadijah 40 tahun.daam pekembangan selanjutnya, khadijah adalah wanita pertama yang masuk islam dan banyak mmbantu nabi dalamperjuangan menyebarkan islam. Perkawinan bahagia da saling mencintai itu dikarunia enam orang anak dua putra dan empat orang putri: Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayah, Ummu Kulsum dan Fatimah. Kedua putranya meninggal waktu kecil. Nabi Muhammad tidak kawin lagi sampai khadijah meninggal ketika muhammdad berusia 50 tahun.

  1. b. Masa Kerasulan

Menjelang usianya yang ke 40, dia sudah terlalu bisa memisahkan diri dari kegalauan masyarakat, bekontemplasi ke Gua Hira, beberapa kilometer di utara Makkah. Disana Muhammad mula-mula berjam-jam kemudian berhar-hari bertafakur. Pada tanggal 17 ramadhan tahun 611 M, malaikat jibri muncul di hadapannya, menyamaikan wahyu allah yang pertama :

Bacalah dengan menyebut nama tuhanmu yang telah encipta. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan tuhanmu itu maha mulia. Dia telah mengajar dengan qalam. Dia tela mengajar manusia apa yang tidak mereka ketahui. (QS 96: 1-5).

Denga turunnya wahyu pertama ini, dia belum diperintahkan untuk menyeru manusia kepada suatu agama.

Setelah wahyu pertama itu datang jibril itu datang lagi untuk beberapa lama, sementara nabi mhammad menantikannya dan selalu datang ke gua hira`. Dalam keadaan menanti itulah turun wahyu yng membawa perintah kepadanya. Wahyu itu berbunyi sebagai berikut :

Hai orang yang berselimut, bangun, dan beri ingatlah. Hendalah engkau besarkan tuhanmu dan bersihkanlah pakaianmu, tinggalkan perbuatan dosa dan janganlah egkau member (dengan makud) meperoleh (balasan) yang lebih banyak dan untuk (emenuhi perintah) tuhanmu bersabarlah (Al-Muddatstsir: 1-7).

Dengan turunnya perintah itu, mulailah rasulullah berdakwah. Petama-pertama, beliau melakukan secara berdiam-diam dilingkungan sendiri dan di kalangan rekannya. Karena itulah, orang yang pertama kali menerima dakwahnya adalah keluarga dan sahabat dekatnya. Mula-mula istrinya sendiri, Khadijah, kemudian saudara sepupu Ali bin Abi Thalib yang baru berumur 10 tahun. Kemudian, Abu Bakar, sahabat karibnya sejak masa kanak-kanak. Lalu zaid, bekas budak yang telah menjadi anak angkatnya. Ummu Aiman, pengasuh nabi sejak ibunya aminah masa hidup, juga termasuk orang yang pertama kali masuk islam. Sebagai seseorang pedagang yang berpengaruh, abu bakar berhasil mengislamkan beberapa orang teman dekatnya, seperti Usman bin Affan, Zubair bin Awwan, Abdurrahman bin `Auf, Sa`ad bin Abi Waqqash, dan Thalhah bin Ubaidillah. Mereka dibawa abu bakar langsung kepada nabi dan masuk islam di hadapan nabi sendiri. Denan dakwah secara diam-diam ini, balasan orang telah memeluk agama islam.

Stelah beberapa lama dakwah tersebit di laksanakan seca individual turunlah perintah agar nabi menjalankan dakwah secara terbuka.

Setelah dakwah terang-terangan itu, pemimpin Quraisy mulai menghalangi dakwah rasul. Semakin bertambahnya jumlah pengikut nabi, semakin keras tantangan dilancarkan kaum quraisy. Menurut Ahmad Syalabi, ada 5 faktor yang mendorong orang quraisy menentang seruan islam itu :

(1)   Mereka tidak dapat membedakan antara kenabian dan kekuasaan. Mereka mengira bahwa tunduk kepada seruan Muhammad berarti tunduk kepada kepemimpinan Bani Abdul Muthalib. Yang terahir ini sangat mereka tidak inginkan.

(2)   Nabi Muhammad menyerukan persamaan hak antara bangsawan dan hamba sahaya. Hal ini tidak disetujui oleh kelas bangsawan Quraisy.

(3)   Para pemimpin Quraisy tidak dapat menerima ajaran tentang kebangkitan kembali dan pembalasan di akhirat.

(4)   Taklid kepada nenek moyang adalah kebiasaan yang berurat berakar pada bangsa arab.

(5)   Pemahat dan penjual patung memandang islam sebagai penghalang rezeki.

Banyak cara yang ditempuh para pemimpin Quraisy untuk mencegah dakwah Nabi Muhammad.[6] Pertama-tama mereka mengira bahwa, kekuatan nabi terletak pada perlindungan dan pembelaan Abu Thalib yang amat disegani itu. Karena itu mereka menyusun siasat bagaimana melepaskan hubungan nabi dengan Abu Thalib dan mengancam dengan mengatakan : “Kami minta anda memilih satu diantara dua : memerintahkan Muhammad berhenti dari dakwahnya atau anda menyerahkannya kepada kami. Dengan demikian, anda akan terhindar dari kesulitan yang tidak diinginkan.” Tampaknya Abu Thalib cukup terpengaruh dengan ancaman tersebut, sehingga ia mengharapkan Muhammad menghentikan dakwahnya. Namun, nabi menolak dengan mengatakan : “Demi Allah saya tidak akan berhenti memperjuangkan amanat Allah ini, walaupun seluruh anggota keluarga dan sanak saudara akan mengucilkan saya.” Abu Thalib sangat terharu mendengar jawaban kemenakannya itu, kemudian berkata : “Teruskanlah, demi Allah aku akan terus membelamu.”

Merasa gagal dengan cara ini, kaum Quraisy kemudian mengutus Walid ibnu Mughirah dengan membawa Umarah ibnu Walid, seorang pemuda yang gagah dan tampan, untuk dipertukarkan dengan nabi Muhammad. Walid bin Mughirah berkata kepada Abu Thalib : “Ambillah dia menjadi anak saudara, tetapi serahkan Muhammad kepada kami untuk kami bunuh.” Usul ini langsung di tolak keras oleh Abu Thalib.

Untuk kali berikutnya, mereka langsung kepada nabi Muhammad. Mereka mengutus Utbah ibn Rabiah, seorang ahli retorika, untuk membujuk nabi. Mereka menawarkan tahta, wanita dan hata asal nabi Muhammad bersedia menghentikan dakwahnya. Semua tawaran itu di tolak nabi Muhammad dengan mengatakan: “Demi Allah, biarpun mereka meletakan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku, aku tidak akan berhenti melakukan ini, sehingga agama ini menang atau aku binasa karenanya.

Setelah cara-cara diplomatic dan bujuk rayu yang di lakukan oleh kaum Quraisy gagal, tindakan-tindakan kekerasansecara fisik yang sebelumnya telah dilakukan semakin di tingkatkan.tindakan kekerasan itu semakin lebih intensif ilaksanakan setelah mereka mengetahui bahwa dilingkungan rumah tangga mereka sendiri sudah ada yang masuk islam. Budak-budak yang selama ini mereka anggap sebagai harta, sekarang sudah ada yang masuk islam dan mempunyai kepercayaan yang berbeda dengan tuan mereka. Budak-budak itu di siksa tuannya dengan sangat kejam. Para pemimpin Quraisy juga mengharuskan setiap keluaga untuk menyiksa anggota keluarganya yang masuk islam sampai ia murtad kembali.

Kekejaman yang dilakukan oleh penduduk Makkah terhadap kaum muslimin itu mendorong nabi Muhammad untuk mengungsikan sahabat-sahabatnya keluar Makkah. Pada tahun ke-5 kerasulannya, nabi menetapkan Habsyah (Ethiopia) sebagai negeri tempat pengungsian, karena Negus (Raja) negeri itu adalah seorang yang adil. Rombongan pertama sejumlah 10 orang pria dan 4 orang wanita diantaranya Utsman bin Affan beserta istrinya Ruqayah puteri Rasulullah, Jubair ibnu Awwam dan Abdurrahman ibnu ‘Auff. Kemudian, menyusul rombongan ke-2 sejumlah hamper 100 orang dipimpin oleh Ja’far ibnu Abu Thalib. Usaha orang-orang Quraisy untuk menghalangi hijrah ke Habsyah ini, termasuk membujuk Negus agar menolak kehadiran umat islam disana, gagal. Disamping itu, semakin kejam mereka memperlakukan umat islam semakin banyak orang yang masuk agama ini. Bahkan, ditengah meningkatnya kekejaman itu, dua orang kuat Quraisy masuk islam, Hamzah dan Umar ibnu Khaththab. Dengan masuk islamnya dua tokoh besar ini posisi umat islam semakin kuat.

Menguatnya posisi umat islam memper keras reaksi kaum musyrik Quraisy. Mereka menempuh cara baru dengan melumpuhkan kekuatan Muhammad yang bersandar pada perlindungan Bani Hasyim. Dengan demikian, untuk melumpuhkan kaum muslimin yang dipimpin oleh Muhammad mereka harus melumpuhkan bani Hasyim terlebih dahulu secara keseluruhan. Cara yang ditempuh adalah pemboikotan. Mereka memutuskan segala bentuk hubungan dengan suku ini. Tidak seorang penduduk Makkah pun diperkenankan melakukan hubungan jual beli dengan Bani Hasyim. Persetujuan dibuat dalam piagam dan ditanda tangani bersama dan disimpan di dalam ka’bah. Akibat boikot tersebut, Bani Hasyim kelaparan, kemiskinan, dan kesengsaraan yang tak ada bandingannya.

Untuk meringankan penderitaan itu Bani Hasyim akhirnya pindah ke suatu lembah di luar kota Makkah. Tindakan pemboikotan yang di mulai pada tahun ke-7 kenabian ini berlangsung selama 3 tahun. Ini merupakan tindakan paling menyiksa dan melemahkan umat islam. Pemboikotan itu baru berhenti setelah beberapa pemimpin Quraisy menyadari bahwa apa yang mereka lakukan sungguh suatu tindakan yang keterlaluan. Setelah boikot dihentikan, Bani Hasyim seakan dapat bernafas kembali dan pulang ke rumah masing-masing. Namun, tidak lama kemudian Abu Thalib meninggal dunia pada usia 87 tahun. 3 hari setelah itu Khadijah istri nabi meninggal dunia pula. Peristiwa ini terjadi pada tahun ke-10 kenabian. Tahun ini meerupakan tahun kesedihan bagi Nabi Muhammad saw. sepeninggal dua pendukung itu kafir Quraisy tidak segan-segan lagi melampiaskan nafsu amarahnya terhadap nabi. Melihat reaksi penduduk Makkah demikian rupa nabi kemudian berusaha menyebarkan islam ke luar kota. Namun di Tha’if ia diejek, disoraki dan dilempari batu bahkan sampai terluka dibagian badan dan kepalanya.

Untuk menghibur nabi yang sedang ditimpa duka, Allah mengisra dan memikrajkan beliau pada tahun ke-10 kenabian itu. Berita tentang isra mikraj ini di gemparkan masyarakat Makkah. Bagi orang kafir, ia dijadikan bahan propaganda untuk mendustakan nabi. Sedangkan bagi orang yang beriman ia merupakan ujian keimanan.

Setelah peristiwa isra dan mikraj, suatu perkembangan besar bagi kemajuan dakwah islam muncul. Perkembangan datang dari sejumlah penduduk Yatsrib yang berhaji ke Makkah. Mereka yang terdiri dari suku Aus dan Khajraj, masuk islam dalam 3 gelombang:

  1. Pada tahun ke-10 kenabian beberapa orang Khajraj berkata kepada nabi : “Bangsa kami telah lama terlibat dalam permusuhan, yaitu antara suku khajraj dan Aus. Mereka benar-benar merindukan kedamaian. Kiranya tuhan mempersatukan mereka kembali dengan perantaraan engkau dan ajaran-ajaran yang engkau bawa. Oleh karena itu kami akan berdakwah agar mereka mengetahui agama yanag kami terima dari engkau ini.” Mereka giat mendakwahkan islam di Yatsrib.
  2. Pada tahun ke-12 kenebian dilegasi Yatsrib terdiri dari 10 orang suku Khajraj dan 2 orang suku Aus serta seorang wanita menemui nabi di suatu tempat bernama aqabah. Dihadapan nabi mereka menyatakan ikrar kesetiaan. Rombongan ini kemudian kembali ke Yatsrib sebagai juru dakwah dengan ditemani oleh Mus’ab bin Umair yang sengaja diutus nabi atas permintaan mereka. Ikrar ini disebut dengan perjanjian aqabah pertama. Pada musim haji berikutnya jama’ah haji yang dating dari Yatsrib berjumlah 73 orang. Atas nama penduduk Yatsrib mereka meminta pada nabi agar berkenan pindah ke Yatsrib. Mereka berjanji akan membela nabi dari segala ancaman. Nabi pun menyetujui usul yang mereka ajukan. Perjanjian ini disebut perjanjian aqabah ke-2.
  3. Setelah kaum musyrikin Quraisy mengetahui adanya perjanjian antara nabi dan orang-orang Yatsrib itu, mereka kiat gila melancarkan intimidasi terhadap kaum muslimin. Hal ini membuat nabi segera memerintahkan para sahabatnya untuk hijrah ke Yatsrib. Dalam waktu 2 bulan hampir semua kaum muslimin kurang lebih 150 orang telah meninggalkan kota Makkah. Hanya Ali dan Abu bakar yang tetap tinggal di Makkah bersama nabi. Keduanya membela dan menemani nabi sampai ia pun berhijrah ke Yatsrib karena kafir Quraisy sudah merencanakan akan membunuhnya.

Dalam perjalanan ke Yatsrib nabi ditemani oleh Abu Bakar. Ketika tiba di Quba sebuah desa yang jaraknya sekitar 5 Km dari Yatsrib, nabi istirahat beberapa hari lamanya ia menginap di rumah Kalsum bin Hindun. Dihalaman rumah ini nabi membangun sebuah masjid. Inilah masjid pertama yang di bangun nabi sebagai pusat peribadatan tak lama kemudian Ali menggabungkan diri dengan nabi setelah menyelesaikan segala urusan di Makkah. Sementara itu, penduduk Yatsrib menunggu-nunggu kedatangannya. Waktu yang mereka tunggu-tunggu itu tiba nabi memasuki Yatsrib dan penduduk kota ini mengelu-elukan kedatangan beliau dengan penuh kegembiraan. Sejak itu, sebagai penghormatan terhadap nabi, nama kota yatsrib di ubah menjadi Madinatun Nabi (kota nabi) atau sering pula disebut Madinatul Munawwarah (kota yang bercahaya), karena dari sanalah sinar islam memancar keseluruh dunia. Dalam istilah sehari-hari kota ini cukup disebut madinah saja.

  1. 3. PEMBENTUKAN NEGARA MADINAH

Hijrah berasal dari bahasa Arab yang artinya: “Meninggalkan suatu perbuatan atau menjauhkan diri dari pergaulan atau berpindah dari suatu tempat ke tempat yang lain.” Adapun hijrah menurut syariat Islam itu ada tiga macam:

Pertama, Hijrah dari (meninggalkan) semua perbuatan yang terlarang oleh Allah swt, ini wajib hukumnya. Nabi saw bersabda:

المهاجر من هجر ما نهى الله عنه. (رواه البخارى)

Artinya: Orang yang berhijrah itu ialah orang yang meninggalkan segala apa yang Allah telah melarang dari padanya. (HR. Bukhori)

Kedua, hijrah (mengasingkan) diri dari pergaulan orang-orang musyrik atau orang-orang kafir yang memfitnahkan orang-orang yang kelak memeluk Islam.

Ketiga, Hijrah (berpindah) dari Negeri atau daerah orang kafir atau musyrik ke negeri atau daerah orang muslim. Seperti Rosulullah saw bersabda:

الذين ءامنوا وهاجروا وجاهدوا في سبيل الله بأموالهم وأنفسهم أعظم درجة عند الله وأولئك هم الفائزون (20) يبشرهم ربهم برحمة منه ورضوان وجنات لهم فيها نعيم مقيم

(21) خالدين فيها أبدا إن الله عنده أجر عظيم (22)

Artinya: Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dijalan Allah dengan harta dan jiwa mereka, lebih besar derajatnya disisi Allah. Dan mereka itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. Tuhan menggembirakan mereka dengan rahmat dan keridhaan-Nya dan surga-surga, mereka memperoleh didalamnya kesenangan yang abadi, mereka kekal didalamnya. Sesungguhnya Allah pada sisi-Nya pahala yang besar. (At-Taubah:20-22)

  1. a. Pembentukan Negara Madinah

Nabi Muhammad Saw. Yang membawa ajaran tauhid di anggap telah merusak keyakinan masyarakat Arab pada umumnya yang menyembah berhala dengan menjadikan Ka’bah sebagai pusat peribadatan. Dakwah yang dilakukan oleh Muhammad Saw. Dilakukan dengan dua cara: sembunyi-sembunyi yang terbatas hanya kepada keluarga dan kerabat dekat; dan dengan cara terbuka atau terang-terangan. Setelah dakwah dilakukan secara terbuka, baik kepada penduduk lain yang dating ke Mekah untuk melaukan ibadah haji. Dakwah ini akhirnya mendapatkan tanggapan dari masyarakat Quraisy. Menurut A.Syalabi, terdapat lima factor yang menyebabkan masyarakat Quraissy menolak dakwah Nabi Muhammad Saw:

  1. Masyarakat Quraisy tidak bisa membedakan antara kenabian dan kesultanan; mereka mengira tundik kepada seruan uhammad Saw berarti tunduk kepada kepemimpinan Bani ‘Abd al-Muthalib;
  2. Nabi Muhammad Saw menyerukan persamaan ha kantar bangsawan dan hamba sahaya. Hal ini yang tidak di setujui oleh bangsa Quraisy
  3. Para pemimpin Quraisy menolak ajaran tentang kebangkitan dan pembalasan di akhirat;
  4. Taqlid pada ajaran nenek moyang mereka yang di tentang oleh Islam sudah berurat berakar pada bangsa arab; dan
  5. Pemahat dan penjual patung memandang Islam sebagai penghalang rizki.

Karena reaksi keras kaum Quraisy, Nabi Muhammad Saw akhirnya mengungsikan sebagian sahabatnya keluar Makah. Nabi Muhammad Saw menetapkan Habbasyah (Ethiopia) sebagai tempat pengungsian karena raja negri itu adalah seorang yang adil (tahun kelima setelah kerasulan). Akan tetapi, penghadangan orang Quraisy terhadap Nabi Muhammad Saw semakin menjadi-jadi dengan melakukan boikot kegiatan ekononi Kaum Hasyim.

Setelah Isra Mi’raj, sejumlah penduduk yatsrib yang melakukan ibadah haji ke Mekah masuk Islam. Pada tahun ke-10 kenabian, penduduk Yastrib yang terdiri atas Aus dan Khazraj minta dipersatukan oleh Nabi Saw. Karena mereka sebelumnya mereka telah lama terlibat dalam permusuhan. Kemudian kelompok Aus dan Khazraj menyerukan Islam kepada penduduk Yastrib. Oleh karena itu, dua tahun kemudian (tahun ke-12 kenabian) dating lagi penduduk Yastrib yang berasal dari Aus dan Khazraj kepada Nabi Saw untuk menyatakan kesetiaan. Ikrar itu dinyatakan di Aqabah. Oleh karenanya, ikrar tersebut dinamakan perjanjian aqabah pertama. Pada musim haji berikutnya, dating lagi sebanyak 73 orang penduduk yastrib. Mereka meminta Nabi Saw agar berkenan pindah ke Yastrib dan mereka berjanji akan membela Nabi Saw dari segala ancaman. Nabi Saw menyetujui usulan tersebut. Perjanjian ini disebut perjanjian aqabah kedua.

1)   Strategi Hijarah Nabi Muhammad Saw

Perjanjian aqabah menjadi dasar hijrah yang dilakukan Nabi Muhammad Saw. Mendengar rencana hijrah tersebut, kaum Quraisy merencanakan pembunuhan terhadap Nabi Muhammad Saw. Mendengar rencana tersebut, Nabi Saw memerintahkan umat Islam hijrah ke Yastrib terlebih dahulu dan sebagian sahabat beserta Nabi Muhammad Saw melancarkan sebuah strategi yang melibatkan banyak pihak agar hijrah yang dilakukannya berhasil dan dapat menggagalkan rencana pembunuhan yang dilakukan elit Quraisy.

Strategi tersebut disusun sebagai berikut:

  1. Sebelum hijrah, Nabi Muhammad Saw meminta bantuan Abu Bakar agar menyertainya dan menyiapkan dua ekor unta untuk dijadikan kendaraan. Abu Bakar menyiapkan dua ekor unta yang diserahkan kepada pemeliharanya, Abdullah Ibn Uraiqiz sampai tiba waktunya.
  2. Karena yakin orang Quraisy akan membuntuti mereka, Nabi Muhammad Saw memutusskan untuk menempuhjalan lain ( bukan jalan biasa yang digunakan oleh masyarakat pada umumnya), juga berangkat bukan pada waktu biasa ( siang hari), tetapi dilakukan pada malam hari.
  3. Pemuda-pemuda yang disiapkan Quraisy sudah mengintai rumah Nai Muhammad Saw. Beliau meminta Ali Ibn Abi Thalib agar memakai mantelnya yang hijau dan berbaring di tempat tidurnya. Selain itu, Ali Ibn abi Thalib juga mengurus barang-barang titipan umat Islam yang sudah lebih awal melakukan hijrah sepeninggalnya nanti.
  4. Di tengah kegelapan malam, Nabi Muhammad Saw keluar dari rumahnya menuju rumah abu Bakar. Dua orang ini kemudian keluar menuju jendela belakan dan berangkat menuju gua Tsur dan bersembunyi di dalamnya.
  5. Orang-orang yang mengetahui tempat persembunyian Nabi Muhammad Saw dan abu Bakar hanyalah Abdullah Ibn Abu Bakar, dua puteri Abu Bakar, aisyah, dan asthama, serta pembantunya, yaitu ‘Amir Ibn Fuhaira.
  6. Abdullah Ibn Abu Bakar bertugas membaurkan diri dengan masyarakat Quraisy untuk menyerap berita mangenai sejumlah rencana orang Quraisy terhadap Nabi Muhammad Saw dan menyampaikannya kepada Nabi Muhammad Saw.
  7. Nabi Muhammad Saw dan Abu Bakar tinggal di gua Tsur selama tiga hari. Orang-orang Quraisy mengejatnya; dan Nabi Muhammad Saw senantiasa berdoa kepada Allah selama dalam gua, sehingga ketika para pemuda yang mengejarnya sudah sampai di sekitar gua Tsur, mereka mendapatkan ketidakadaan orang di dalamnya. Tanda-tanda itu adalah:

a)      Di mulut gua terdapat sarang laba-laba yang masih utuh; mesti sarang laba-laba rusak apabila ada orang yang masuk ke mulut gua tersebut;

b)      Ada dua ekor burung dara-hutan di mulut gua; burung itu akan terbang apabila didalam gua ada orang karena ketakutan,

c)      Ada cabang pohon yang terkulai di mulut gua; tidak ada jalan bagi orang untuk masuk kedalam gua kecuali telah menghalau dahan-dahan itu. Karena melihat tanda-tanda itu, mereka tidak masuk ke dalam gua Tsur.

  1. Nabi Muhammad Saw dan Abu Bakar setelah melihat ancaman dari kaum Quraisy begitu gigih kemudian mereka pun meminta Abdullah Ibn “uraiqit sebagai petunjuk jalan. Atas bantuan Abdullah Ibn ‘Uraiqit, Nabi Muhammad Saw berhasil melakukan perjalanan ke Yastrib dengan menggunakan jalan yang tidak biasa ditempuh oleh masyarakat umum, yaitu dari gua tsur menuju selatan mekah, kemudian menuju Tihama di dekat pantai laut meerah. Setelah berhasil mengatasi kejaran Quraisy terutama Suraqaah Ibn Ja’syum, akhirnya Nabi Muhammad Saw dan abu bakar tiba di Yastrib.

2)   Pembentukan Negara Madinah[7]

Sesampainya di Yastrib, Nabi Muhammad Saw mendapat sambutan dari masyarakat Yastrib dan umat Islam sudah melakukan hijrah terlebih dahulu. Langkah-langkah yang ddilakukan oleh nabi Muhammad Saw dalam membangun masyarakat Islam di Yastrib adalah:

Pertama, Nabi saw mengubah nama Yastrib menjadi Madinah. Perubahan nama yang bukan terjadi secara kebetulan, tetapi perubahan nama yang menggambarkan cita-cita Nabi Muhammad Saw yaitu membentuk sebuah masyarakat yang tertib dan maju dan berperadaban.

Kedua, menbangun mesjid. Mesjid bukan hanya dijadikan pusat kegiatan ritual-shalat, juga menjadi sarana penting untuk mempersatukan kaum muslimin dengan musyawarah dalam merundingkan masalah-masalah yang dihadapai. Disamping itu, mesjid juga menjadi pusat kegiatan pemerintahan,

Ketiga, Nabi Muhammad Saw membentuk kegiatan mu’akhat (persaudaraan), yaitu mempersaudarakan kaum muhajirin dengan anshar. Persaudaraan diharapkan dapat mengikat kaum muslimin dalam satu persaudaraan dan kekeeluargaan. Nabi saw membentuk persaudaraan yang baru, yaitu persaudaraan se agama disamping untuk persaudaraan yang aru, yaitu persaudaraan yang sudah ada sebelumnya, yaitu bentuk persaudaraan dengan pihak-pihak lain yang tidak beragama Islam; dan

Keempat, membentuk persahabatan dengan pihak-pihak lain yang tidak beragama islam.

Kelima, Nabi Muhammad Saw membentuk pasukan tentara untuk mengantisipasi gangguan-gangguan yang di lakukan oleh musuh.

3)   Konstitusi (piagam) Madinah

Menurut sebagian ahli sejarah, piagam Madinah adalah konstitusi pertama di dunia. Sedangkan Yusuf al Ish berpendapat bahwa Piagam Madinah adalah dokumen sejarah yang pabrikasi (yang di buat-buat). Alasannya adalah dokumen penting ini tidak di muat dalam kitab-kitab hadist. Meskipun dokumen itu tidak di muat dalam kitab-kitab hadist, Akram Dhiyauddin Umari menganggap terlalu gegabah untuk menilai dokumen Piagam Madinah sebagai sesuatu yang di buat-buat.

Menurut Syadzali (mantan mentri agama RI) menyebutkan bahwa dasar-dasar kenegaraan yang terdapat dalam piagam Madinah adalah:

Pertama, umat Islam merupakan satu komunitas (ummat) meskipun berasal dari suku yang beragam,

Kedua, hubungan antara sesama anggota komunitas-komunitas lain didasarkan atas prinsip-prinsip:

a)      Bertetangga baik,

b)      Saling membantu dalam menghadapi musuh bersama,

c)      Membela mereka yang dianiaya,

d)     Saling menasehati, dan

e)      Menghormati kebebasan beragama.

Menurut Akram Dhiyauddin Umari, isi Piagam Madinah secara umum dapat di bedakan menjadi dua: Pertama, perjanjian Nabi Muhammad Saw dengan yahudi, Kedua, perjanjian Nabi Muhammad dengan kaum Muhajirin dan Anshar.

4)   Perang dan Damai

Setelah menbangun masyarakat Madinah, Nabi Muhammad Saw mengadakan hubungan dengan dunia atau kekuasaan lain. Hubungan dalam bentuk perang terjadi antara umat Islam Madinah dengan Musyrikin Quraisy pada tahun ke-2 setelah hijrah. Perang pertama disebut perang badar. Dalam perang ini umat islam memperoleh kemenangan. se

Dangkan internal persatuan Yatsrib sendiri terganggu oleh suku Yahudi Madinah, Qunaiqa yang berkomplot dengan orang-orang Makkah yang akhirnya diserang oleh nabi saw.  Yahudi Qainuqa meninggalkan Madinah dan pindah ke perbatasan Syiria.

Disamping melakukan sejumlah perang, umat Islam Madinah juga mengadakan perjanjian dengan kekuatan lain. Diantara perjanjian tersebut adalah perjanjian Hudaibiyah (tahun ke-6 setelah hijrah). Isi perjanjian tersebut adalah:

a)         Umat Islam belum boleh mengunjungi ka’bah itu dan kebolehan itu ditangguhkan sampai tahun depan.

b)         Lama kunjungan dibatasi hanya tiga hari.

c)         Kaum muslim wajib mengembalikan orang-orang Mekah yang lari ke Madinah dan orang-orang Quraisy tidak boleh menolak orang-orang Madinah yang hendak kembali ke Mekah.

d)        Diadakan gencatan senjata selama sepuluh tahun.

e)         Setiap Qabilah bebas bersekutu: apakah akan bersekutu dengan Quraisy atau akan bersekutu dengan umat Islam.

.

Di Madinah Nabi Muhammad saw. telah memberlakukan hokum atau aturan-aturan kemasyarakatan yang ditegakkan (dipaksakan) kepada para pelanggar aturan-aturan tersebut. Di Madinah telah ditegakkan kewajiban zakat, puasa, hudud, dan penentuan halal-haram. Oleh karena itu, ada hubungan yang mengikat secara hokum antara rakyat yang dipimpin dengan pemimpin yang disebut Piagam Madinah. Oleh karena Madinah layak disebut Negara, maka sangat relevan apabila dikatakan bahwa Nabi Muhammad saw. adalah kepala Negara Madinah dan juga kepala pemerintahan, karena telah mengutus beberapa orang yang dapat dipercaya, seperti mengutus Mu’adz Ibn Jabal ke Yaman.

Dilihat dari aspek pendirian Negara Madinah, Nabi Muhammad saw. merupakan peletak dasar-dasar atau fondasi-fondasi kenegaraan Madinah yang pertama. Oleh karena itu, dari segi pendirian Madinah sebagai Negara, Nabi Muhammad saw. bukan hanya berperan sebagai kepala Negara, tetapi lebih dari itu, beliau sebagai pendiri Negara (founding father) Madinah. Hanya saja memang tidak ada institusi formal yang mengangkat Nabi Muhammad saw. sebagai kepala Negara.

  1. C. SIMPULAN
  • Situasi Arab pra Islam di tinjau dari macam-macam keadaan sangat beragam , salah satu diantaranya yaitu, keadaan moral bangsa Arab sebelum Islam yaitu:
  1. Meminum Arak
  2. Perjudian
  3. Pelacuran
  4. Pencurian dan Perampokan
  5. Kekejaman
  6. Kekotoran dalam urusan makan dan minum
  7. Tidak mempunyai kesopanan
  8. Pertengkaran dan Perkelahian.
  • Sebelum kerasulan Nabi Muhammad Saw. Adalah anggota bani hasyim, suatu kabilah yang kurang berkuasa dalam suku quraisy. Kabilah ini memegang jabatan siqayah. Nabi Muhammad lahir dari keluarga terhormat yang relative miskin. Ayahnya bernama Abdullah anak abdul muthalib, seorang kepala suku quraisy yang besar pengaruhnya. Ibunya adalah aminah binti wahab dari bani zuhrah. Tahun kelahiran nabi dikenal dengan nama tahun gajah (570 M). dinamakan demikian, karena pada tahun itu pasukan abrahah, gubernur kerajaan habsyi (Ethiopia), dengan menunggang gajah menerbu makkah untuk menghancurkan ka`bah.
  • Masa kerasulan Menjelang usianya yang ke 40, dia sudah terlalu bisa memisahkan diri dari kegalauan masyarakat, bekontemplasi ke gua hira, beberapa kilometer di utara makkah. Disana muhamad mula-mula berjam-jam kemudian berhar-hari bertafakr. Pada tanggal 17 ramadhan tahun 611 M, malaikat jibri muncul di hadapannya, menyamaikan wahyu allah yang pertama :
  • Sesampainya di Yastrib, Nabi Muhammad Saw mendapat sambutan dari masyarakat Yastrib dan umat Islam sudah melakukan hijrah terlebih dahulu. Langkah-langkah yang dilakukan oleh nabi Muhammad Saw dalam membangun masyarakat Islam di Yastrib adalah:

Pertama, Nabi saw mengubah nama yastrib menjadi Madinah. Perubahan nama yang bukan terjadi secara kebetulan, tetapi perubahan nama yang menggambarkan cita-cita Nabi Muhammad Saw yaitu membentuk sebuah masyarakat yang tertib dan maju dan berperadaban.

Kedua, menbangun mesjid. Mesjid bukan hanya dijadikan pusat kegiatan ritual-shalat, juga menjadi sarana penting untuk mempersatukan kaum muslimin dengan musyawarah dalam merundingkan masalah-masalah yang dihadapai. Disamping itu, mesjid juga menjadi pusat kegiatan pemerintahan,

Ketiga, Nabi Muhammad Saw membentuk kegiatan mu’akhat (persaudaraan), yaitu mempersaudarakan kaum muhajirin dengan anshar. Persaudaraan diharapkan dapat mengikat kaum muslimin dalam satu persaudaraan dan kekeeluargaan. Nabi saw membentuk persaudaraan yang baru, yaitu persaudaraan se agama disamping untuk persaudaraan yang aru, yaitu persaudaraan yang sudah ada sebelumnya, yaitu bentuk persaudaraan dengan pihak-pihak lain yang tidak beragama Islam; dan

Keempat, membentuk persahabatan dengan pihak-pihak lain yang tidak beragama islam.

Kelima, Nabi Muhammad Saw membentuk pasukan tentara untuk mengantisipasi gangguan-gangguan yang di lakukan oleh musuh.


[1] K.H. Moenawar Chalil, Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad Jilid 1, (Jakarta: Gema Insani, 2004) Hal. 13

[2] K.H. Moenawar Chalil, Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad Jilid 1, (Jakarta: Gema Insani, 2004) Hal.15

[3] K.H. Moenawar Chalil, Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad Jilid 1, (Jakarta: Gema Insani, 2004) Hal.17

[4] K.H. Moenawar Chalil, Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad Jilid 1, (Jakarta: Gema Insani, 2004) Hal.27

[5] Dr. Badri Yatim, M.A., Sejarah Peradaban Islam, (Jakarta: PT Raja Grafindo, 2008). Hal. 16

[6] Dr. Badri Yatim, M.A., Sejarah Peradaban Islam, (Jakarta: PT Raja Grafindo, 2008). Hal. 21

[7] Dr. Jaih Mubarok, M.Ag. Sejarah Peradaban Islam. (Bandung: Pustaka Bani Quraisy, 2005). Hal. 47

Umat islam diperintahkan untuk mengajak saudara-saudaranya sesame manusia, khususnya umat islam untuk berbuat kebaikan yang diperintahkan Allah dan menjauhi kesesatan yang dilarangnya amar ma’ruf nahyi munkar sangat penting dalam ajaran islam. Mereka yang melakukannya akan mendapat kemuliaan dan kebahagiaan.

Kebahagiaan dan keberuntungan tentu saja tidak hanya milik mereka yang melakukan amar ma’ruf dan nahyi munkar, tetapi juga bagi mereka yang diajaknya apabila menuruti ajakan tersebut.

Manusia terkadang lupa diri tidak ingat tujuan hidup dan hendak kemana setelah hidup. Akibatnya ia berbuat semena-mena tanpa kendali, tidak dapat membedakan mana perbuatan yang harus dilakukan dan mana yang harus dihindari. Keadaan seperti ini dapat dihindari atau dikurangi bila ada segolongan orang yang melakukan amar ma’ruf nahyi munkar karena sesungguhnya mereka telah menolong saudaranya yang tengah lalai tersebut.

Selengkapnya dapat anda download disini  “download Sekarang”

Dalam hal ini dilakukan pembandingan antara dua atau lebih algoritma pengurutan.Tahap analisis adalah melakukan pengecekan program untuk memastikan bahwa program telah benar secara logika maupun sintak (tahap tracing atau debugging). Tahap selanjutnya yaitu menjalankan program untuk mengetahui running time atau waktu komputasi dalam hal ini termasuk jumlah langkah. Data uji yang digunakan adalah data yang tidak terurut atau data random, terurut membesar/, dan terurut mengecil.

Salah satu cara untuk menganalisa kecepatan algoritma sorting saat running time adalah dengan menggunakan notasi Big O. Algoritma  sorting mempunyai kompleksitas waktu terbaik, terburuk, dan rata-rata.  Dengan notasi Big O, kita dapat mengoptimalkan penggunaan algoritma sorting. Sebagai contoh, untuk kasus  dimana jumlah masukan untuk suatu pengurutan banyak, lebih baik digunakan algoritma sorting seperti quick sort, merge sort, atau heap sort karena kompleksitas waktu untuk kasuk terburuk  adalah  O(n log n). Hal ini tentu akan sangatberbeda jika kita menggunakan algoritma sorting insertion sort atau bubble sort dimana waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pencarian akan sangat lama. Hal ini disebabkan kompleksitas waktu terburuk untuk algoritma sorting tersebut dengan jumlah masukan yang banyak adalah O(n2).

Selengkapnya dapat anda download disini    “download sekarang”


Merupakan prinsip dasar Islam, bahwa seorang muslim wajib mengikatkan perbuatannya dengan hukum syara’, sebagai konsekuensi keimanannya pada Islam. Sabda Rasulullah SAW,”Tidak sempurna iman salah seorang dari kamu, hingga hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (Islam).” Maka dari itu, sudah seharusnya dan sewajarnya seorang muslim mengetahui halal-haramnya perbuatan yang dilakukannya dan benda-benda yang digunakannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Termasuk dalam hal ini, halal-haramnya makanan, obat, perilaku, ibadah dan lain-lain.

Maknanya adalah yang halal itu jelas, tidak meragukan, sebagaimana yang haram juga jelas, tidak meragukan. Di antara keduanya ada barang yang syubhat yang kebanyakan manusia terjerumus ke dalamnya dan mereka tidak tahu apakah itu halal atau haram. Apabila tidak tahu halal dan haram suatu hal, maka akan timbul suatu penyakit yaitu syubhat. Penyakit ini lebih parah daripada penyakit syahwat. Karena penyakit syahwat masih bisa diharapkan sembuh, bila syahwatnya sudah terlampiaskan. Sedangkan penyakit syubhat, tidak akan dapat sembuh, kalau Allah tidak menanggulanginya dengan limpahan rahmat-Nya. Seringkali penyakit hati bertambah parah, namun pemiliknya tak juga menyadari. Karena ia tak sempat bahkan enggan mengetahui cara penyembuhan dan sebab-sebab (munculnya) penyakit tersebut. Bahkan terkadang hatinya sudah mati, pemiliknya belum juga sadar kalau sudah mati. Sebagai buktinya, ia sama sekali tidak merasa sakit akibat luka-luka dari berbagai perbuatan buruk.

Selengkapnya dapat anda download disini     “download sekarang”

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.